Mau ke Jepang? Yuk, "NAT" Tes Dulu!

Kompas.com - 25/09/2009, 10:14 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Tes kecakapan berbahasa Jepang atau NAT (Nihonggo Achievement Test) untuk pertama kalinya dilakukan di Jakarta pada 25 Oktober 2009. Tes ini juga digelar serentak di berbagai negara.

Berkantor pusat di Tokyo, Jepang, penyelenggaraan tes NAT ini sudah dimulai sejak 1988 lalu di Jepang dan juga di berbagai negara. Sejak pertengahan tahun 2008 lalu, NAT bahkan telah diakui secara resmi oleh pemerintah Jepang, khususnya oleh kementerian dalam negeri dan pihak imigrasi negara tersebut.

Dengan pengakuan resmi itu, kepemilikan sertifikatnya bisa membantu kredibilitas orang asing yang ingin memasuki Jepang, terutama di mata pihak imigrasi. Terdiri atas empat level, sertifikat tes ini diawali dengan level 1 sebagai level tertinggi hingga level keempat sebagai level terendah.

"Setahu saya target dari tes ini adalah agar si pemilik sertifikat bisa mendapatkan pengakuan dan bukti kuat bahwa dirinya memang mampu berbahasa Jepang dengan baik," ujar Sisiliawati Marsiana, mahasiswi sebuah program diploma Bahasa Jepang di Jakarta, Jumat, (25/9). 

"Minimal level satu, karena saya sendiri membutuhkannya untuk nanti kuliah sambil kerja di Jepang, rencananya tahun depan," ujar Kiki.

Untuk mengetahui lebih jauh, NAT tes bisa dilihat di nat-test.net/ sekaligus untuk melakukan pendaftaran secara online di situs tersebut.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau